Jumat, 21 Februari 2014

resep minuman mocktail


Bar sering dikaitkan dengan minuman mocktail dan cocktail. Mocktail adalah minuman campuran tanpa alcohol sedangkan cocktail adaalaah minuman campuran yang mengandung alcohol. Kali ini saya akan membagikan resep mocktail yang dapat kalian sendiri buat dirumah. Yukkk ssiimmaakk J
1.       Banana Choco Milk Shake

Bahan:
300 gram es krim cokelat
2 buah pisang ambon, potong-potong
100 ml susu cair dingin
200 gram es serut
2 sendok makan susu kental manis cokelat
30 gram chocolate chip
75 gram krim kocok

Cara pengolahannya:

Blender pisang, susu cair, es serut dan susu kental sampai lembut.
Sajikan banana choco milk shake dengan semprotan krim dan taburan choco chip.

2.       Belimbing dan Strawberry Squash

4 porsi

Bahan :
100 gram stroberry segar, dipotong-potong
100 gram belimbing, dibuang bijinya
100 ml sirup vanilla
500 gram es serut
300 gram minuman bersoda rasa jeruk ( misalnya: fanta jeruk)

Cara pengolahan:

Blender stoberry, belimbing, sirup vanilla, dan es serut sampai lembut.
Sajikan dengan dituang minuman bersoda rasa jeruk.




3.       Berry Apple Soda

5 porsi

Bahan:
300 ml jus apple
3 butir cengkeh
2 cm kayu manis
100 gram gula pasir
200 gram stroberry dipotong-potong
½ sendok teh air jeruk lemon
200 gram es serut
1 kaleng soda tawar

Cara pengolahan:

Panaskan jus apple, cengkeh , kayu manis, dan gula pasir sampai gula larut. Tambahan strobe. Aduk sampai stroberi layu. Angkat. Tambahkan air jeruk lemon. Aduk rata. Dinginkan
Tambahkan es serut. Blender sampai lembut.
Sajikan dengan air soda tawar dingin.

Macam-Macam masakan Telur


Telur merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi daan mudah untuk dicerna. Masakan telur biasanya dipergunakan untuk breakfast(sarapan pagi), tetapi dapaat juga dihidangkan untuk lunch(makan siang) atau dinner(makan malam). Kali ini saya akan membahas macam-macam masakan telur.
1.       Boiled egg

Yang dimasksud egg adalah telur rebus. Untuk mendapatkan telur rebus dalam air mendidih dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan lama perebusan, boiled egg dibedakan atas :
a.       Soft boiled egg
Direbus selama 3-4 menit. Hasilnya bagian kuning telur masih cairdan bagian putih agak kental.
b.      Medium boiled egg
Direbus selama 4-8 menit. Hasilnya bagian kuning masih cair sedangkan bagian putih telur sudah mengental(memadat).
c.       Hard boiled egg
Direbus selama 8-10 menit. Hasilnya bagian kuning dan putih telur sudah mengental (memadat).
d.      Over cooked
Direbus lebih dari 12 menit. Cirinya pada batas kuning dan putih terdapat lingkaran berwarna biru.

2.       Poach egg

Poach egg adalaah telur yang direbus tanpa kulit pada cairan yang mengandung cuka dan garam. Cuka dan garam berfungsi untuk mengentalkan dan membuat warna putih telur menjadi bersih. Hasilnya bagian putih mengental dibagian luar sedangkan bagian kuning masih dalam keadaan cair.

3.       Fried egg

Ialah telur yang digoreng dengan menggunakan sedikit minyak dan mentega. Berdasarkan penampilan kuning telurny, fried egg terbagi dua jenis yaitu:
a.       Sunny side up (telur mata sapi)
Telur digoreng sampai bagian putih mengental dan mengelilingi bagian kuningnya yang masih bulat sehingga tampak bagai matahari terbit.
b.      Turn over
Telur digoreng sampai seperti sunny side up. Kemudian telur dibalik sehingga masak di kedua belah sisinya.

4.       Scramble egg
Adalah telur yang dikocok hingga bagian putih bercampur dengan bagian kuning telur, selanjutnya ditambah sedikt cream lalu dimasak dengan api tak langsung hingga kental. Screamble egg dihidangkan diatas toast untuk menghisap kelebihan cairan.

5.       Omelette
Omelette ialah telur yang dikocok hingga bagian putih dan kuning telur bercampur, kemudian digoreng dengan sedikit minyak atau butter pada panas tinggi. Bagian luarnya jangan sampai berwarna cokelat.
Omelette dapat diisi dengan bahan makanan lain dan nama pada omelette dapat diambil dari bahan isiannya. Contoh:
a.       Omlette yang diisi dengan cheese atau keju yang dipotong kecil-kecil diberi nama “Cheese Omelette”.
b.      Omelette yang diisi dengan slice mushroom diberi nama “Mushroom Omelette”.
c.       Omlette yang diisi dengan ham yang dipotong kecil diberi nama “Ham Omelette”

6.       Egg in cocotte
Ialah telur yang dipecahkan kulitnya, lalu isinya diletakkan pada cocotte dish kemudian dimasak sampai telur mengental di dalam cocotte dish tersebut. Telur dihidangkan di dalam cocotte dish tersebut.

7.       Egg cooked in the dish
Adalah telur yang dipecahkan  di atas piring, lalu  digoreng di atas piring hingga masak. Selanjutnya dihidangkan juga di atas piring tersebut.

Jumat, 14 Februari 2014

tips membuat kue yang sempurna



Kue tidak mengembang, terlalu manis, terlalu keras, tekstur kurang lembut adalah beberapa masalah yang kerap dihadapi saat membuat kue. Mungkin OpenRicers pernah mengalaminya bukan? Kejadian tersebut kadang membuat frustasi dan enggan mencoba lagi saat gagal membuat kue. Padahal membuat kue sebenarnya mudah lho guys, asal mengetahui triknya. Nah, info seputar kuliner berikut akan mengulas beberapa 'rahasia' membuat kue sesempurna chef pastry. Simak ya!


1. Teknik pencampuran bahan

Pada dasarnya membuat kue adalah teknik mencampur serangkaian bahan dalam urutan tertentu yang menyebabkan reaksi kimia. Teknik mencampur yang benar akan mendapatkan kue yang lembut, tekstur yang halus dan tingkat kelembaban yang pas. Teknik sederhananya adalah memisahkan bahan kering dan bahan basah lalu menyatukan keduanya dengan teknik mengaduk yang perlahan untuk 'memasukkan' udara ke dalam adonan. Fungsinya agar volume kue mengembang dengan sempurna. Pastikan kamu mengikuti urutan pencampuran bahan yang diintruksikan dalam resep ya guys.


2. Kenali cara pengoperasian oven

Setiap merk oven memiliki sistem pengoperasian yang berbeda-beda. Semakin canggih teknologi oven bisa jadi semakin rumit pengoperasiannya atau sebaliknya. Jadi ada baiknya kamu pelajari dan kenali dengan baik cara mengatur suhu yang tepat, pengaturantimer sampai pemakaian api atas dan api bawah. Perhatikan pula teknik memanggang yang dianjurkan dalam resep.


3. Pilih ukuran dan warna loyang yang tepat

Ukuran loyang sangat mempengaruhi hasil akhir kue. Termasuk mengatur seberapa banyak adonan yang harus dituang ke dalam loyang. Ada resep yang menginstruksikan adonan cukup diisi setengah penuh, seperempat penuh atau benar-benar penuh. Instruksi ini tidak boleh kamu abaikan ya guys sebab efeknya cukup fatal, adonan bisa meluber hingga tumpah atau saat mengembang bentuknya tidak cantik. Selain itu pemilihan warna loyang ikut berpengaruh, loyang berwarna hitam atau gelap biasanya membutuhkan pengurangan suhu sebesar 25 derajat dari suhu yang dianjurkan dalam resep dibandingkan dengan loyang berwarna perak.


4. Gunakan tepung yang tepat

Setidaknya ada tiga jenis tepung yang sering dipakai untuk membuat kue, tepung protein rendah, sedang dan tinggi. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda karena mengandung tingkat gluten yang berbeda. Pada kemasan tepung biasanya sudah tertera keterangan fungsi tepung yang dimaksud. Selain tepung terigu ada juga tepung beras, tepung ketan, tepung maizena dan tepung sagu. Sekali lagi perhatikan dengan seksama fungsi masing-masing tepung agar tidak salah pemakaiannya. 


5. Mengukur takaran bahan

Beberapa resep memberi takaran bahan dalam ukuran cup. Meskipun tepat ada baiknya konversikan ukuran cup ke dalam gram. Sebab, massa adalah satu-satunya cara yang akurat untuk mengukur bahan. Jadi penting untuk selalu menimbang pemakaian bahan. Chef profesional sekalipun tetap memakai timbangan untuk mengukur takaran yang tepat saat membuat resep kue.


6. Kenali fungsi unsur kimia pada setiap bahan

Bahan kue selalu menciptakan reaksi kimia tertentu saat dicampur dengan bahan lainnya. Ada baiknya kamu kenali fungsi unsur kimia yang terkandung pada setiap bahan sehingga memudahkan kamu melakukan teknik pencampuran bahan (poin 1). Salah satu contoh reaksi kimia saat mencampur bahan kue adalah pencampuran ragi dengan cairan (susu atau air). Mikroorganisme dalam ragi akan lebih cepat 'hidup' jika dilarutkan dengan cairan yang hangat ketimbang dingin. Semakin cepat 'hidup' maka semakin baik fungsi ragi mengembangkan adonan roti.


7. Dinginkan kue sebelum menghias

Menyantap kue selagi masih hangat memang nikmat. Namun tidak semua jenis kue cocok disajikan hangat. Sebagian besar justru lebih lezat disajikan dingin atau suhu ruang, apalagi jika kue harus dihias. Kue yang masih panas akan sulit untuk diberi frosting. Jadi pastikan kamu membiarkan kue dingin terlebih dahulu sebelum menghias ya.

8. Jangan ragu saat menghias kue

Hal yang salah saat menghias kue adalah sikap keragu-raguan. Tak perlu takut hiasan tidak secantik karya chef profesional OpenRicers. Hiaslah kue sesuai kreativitas kamu dan lihat hasilnya. Kamu akan memiliki ciri khas sendiri dari teknik menghias kue dengan kreasi kamu. Tidak perlu memakai alat yang mahal dan canggih, sendok, garpu atau spatula bisa dipakai untuk membuat pola-pola unik di permukaan kue. Be creative guys!


9. Gunakan bahan hiasan yang praktis

Membuat bahan hiasan membutuhkan ketelatenan, ketepatan dan teknik yang benar-benar mahir. Jika kamu belum menguasainya masih ada cara mengakalinya. Gunakanicing fondant siap pakai yang bisa kamu beli di toko bahan kue dan tinggal kamu beri warna sesuai kebutuhan, biasanya icing fondant berwarna putih. Teksturnya yang lunak seperti lilin malam akan cepat mengeras jika terpapar udara terlalu lama. Jadi sebaiknya kamu bekerja cepat saat memakai hiasan dari icing fondant


Dengan trik di atas seharusnya kamu sudah bisa menaklukkan ketakutan kamu saat membuat kue ya. Kuncinya jangan takut gagal dan terus mencoba berulang-ulang. Semakin sering berlatih tentu hasilnya akan semain baik. Selamat berlatih dan be safety in the kitchen!